Arya & Devi - conceptual pre wedding






an old friend came from Jakarta asked us for a photo shoot with his girlfriend in Bali, he said that he wanted a photo shoot with "runaway couple" theme. It took place in Denpasar city, an old theatre building was choosen for the photo shoot.

Random Fashion






I took these photos when i had just bought my camera, so exited at the first time .
It took place in Kutuh Beach and Balangan Beach at Jimbaran, Bali.
Thanks to Conchita Blanco who want to became my model that day .
Hope you guys like it, and soon, i'll post the next photos ..
:)



SMP & SMA/K se-Jembrana ikuti lomba baca berita radio 'Swara Negara'

Puluhan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA/K sederajat se-Jembrana mengikuti lomba baca berita yang diselenggarakan radio berita, Swara Negara, Minggu (21/6) kemarin di Radio Swara Negara, lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Negara. Ni Putu Yudi Megantari dari SMAN 1 Negara berhasil menjadi juara 1 tingkat SMA sederajat. Sedangkan Putu Nadia Sri Narendra dari SMP 4 Mendoyo juara 1 tingkat SMP/MTs.

Siswa-siswi nampak antusias mengikuti lomba tersebut. Dengan dukungan guru maupun orangtua murid menambah semangat mereka untuk bertanding. Meski diberikan bahan bacaan berita yang baru diberikan saat lomba berlangsung namun secara keseluruhan peserta mampu menguasai dan membaca dengan baik.

SMP PGRI 2 Denpasar seleksi siswa kelas unggulan

Jika siswa di sekolah lain libur panjang, siswa dan guru di SMP PGRI 2 Denpasar nyaris tak pernah putus dari kegiatan. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Drs. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. memiliki agenda tetap yakni menyeleksi siswa yang akan masuk kelas unggulan.

Seleksi diadakana Senin (22/6) kemarin meliputi berbagai mata pelajaran. Tujuannya, untuk mendapatkan 40 siswa kelas unggulan di tiap tingkat. 'Jumlahnya kami batasi untuk 40 siswa,' ujarnya.

Dengan seleksi ini SMP PGRI 2 Denpasar yang merintis model pelayanan berbasiskan Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (RSBI) memfokuskan diri pada peningkatan mutu alias kualitas. Sambil berjalan peningkatan mutu ini terus diikuti penambahan sarana dan fasilitas sumber belajar lainnya. Sekolah tanpa kaya dengan sumber belajar, kata dia, akan kekeringan ilmu dan inovasi. Makanya siswa dan guru di sekolah ini ia pacu untuk berkreasi mengembangkan PBM yang menarik.

Lewat seleksi ini, Aryasudha menginginkan anak-anaknya juga homogen dalam hal tertentu. Siswa yang masuk ranking 10 besar di biologi, misalnya, akan dijadikan klub biologi, demikian setersunya. Mereka ini diharapkan menjadi kader dan panutan ketika mengikuti ajang olimpiade sains atau mata pelajaran.

Enaknya lagi, kata Aryasudha, siswa di kelas unggulan ini tak dipungut biaya apa pun. Sejak lama SMP PGRI 2 Denpasar menggelar kelas khusus tanpa membebani orangtua siswa karena biaya itu disubsidi penuh oleh sekolah lewat dana komite. Kelas unggulan adalah model pembelajaran agar siswa yang cerdas mendapat pelayanan lebih, sementara siswa yang kurang juga mendapat perlakuan khusus dari guru. Dengan demikian, kat Aryasudha, komunikasi sekolah dan masyarakat terus terjaga.

Tahun ini sekolah di Jl. Meduri, Sumerta ini sukses mengantarkan siswanya lulus 100 persen, padahal jumlah siswanya terbanyak kedua di Denpasar yakni 574 orang. SMP PGRI 2 Denpasar akan menerima 500 siswa untuk 10 kelas. Pendaftaran dimulai 1 Juli 2009 setelah pengumuman UN siswa SD. Ia meminta lulusan SD segera mendaftarkan diri karena kursi terbatas.

Sumber [Bali Post]

15 PTS Bersaing di Debat Bahasa Inggris Antarmahasiswa

Sebanyak 15 PTS di Kopertis Wilayah VIII, Senin (22/6) kemarin bersaing menjadi yang terbaik dalam lomba debat bahasa Inggris antarmahasiswa di kampus Program Pascasarjana Undiknas University. Ajang ini untuk menentukan duta Kopertis VIII ke babak final di Surabaya, bulan depan.

Debat bahasa Inggris yang pertama kali diadakan Kopertis VIII ini, menurut Wakil Rektor Undiknas University yang juga Ketua Panitia Drs. Ngakan Putu Kiskenda, M.S., baru pertama kali diadakan antar-PTS. Juara I dan II akan maju ke babak final bersaing dengan duta PTN dan PTS di Surabaya. Juara nasional akan mewakili Indonesia di lomba debat internasional di Turki.

Dari 15 peserta ini ada PTS mengirimkan dua tim. Sebanyak 11 PTS berasal dari Bali, NTB dan NTT masing-masing mengirim tiga tim. 'Kami berharap tim terkuat Kopertis VIII bisa menembus ke Turki,' ujar Kiskenda.

Rifai A Nur dari Dikti membenarkan lomba ini pertama kali digelar pisah dengan PTN. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa PTS ikut serta menuju ke babak final.

Ia mengakui potensi mahasiswa di PTS bersaing menjadi juara dengan PTN sama besarnya. Buktinya pada lomba debat tahun lalu, dari empat tim yang masuk final, dua dari PTS. Makanya ia meminta peserta jangan pesimistis menghadapi tim dari PTN. Lomba menggunakan model debat parlemen Inggris. Tim yang terbaik, kata dia, mampu berpendapat dengan bahasa Inggris yang baik, argumentasinya bagus serta merespons secara benar pendapat lawan berdasarkan teori dan pengalaman.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII Baharuddin AB dalam sambutan tertulisnya dibacakan Kabag Akademis Nyoman Sudiatmika menekankan perguruan tinggi memiliki peranan penting mengembangkan potensi mahasiswa sebagai kader bangsa untuk mencetak kaum intelektual dalam pembangunan. Lomba ini juga mendukung aktualisasi mahasiswa untuk ikut memecahkan berbagai masalah nasional serta memberi solusi terbaik. Makanya ia meminta debat ini bukan sekadar debat melainkan belajar berpendapat berdasarkan tataran teori secara benar.

Sumber [Bali Post]

Siswa SMPN 1 Nusa Penida banyak tak lulus

Pengumuman kelulusan siswa SMP, Sabtu (20/6) lalu, menyisakan permasalahan tersendiri bagi Kepala SMPN 1 Nusa Penida, Sutama. Pasalnya, SMPN 1 Nusa Penida menyumbang siswa tak lulus yang sangat banyak. Dari 19 siswa tak lulus di Kabupaten Klungkung, SMPN 1 Nusa Penida menyumbang 14 siswa. Sisanya (5 siswa) berasal dari beberapa SMP di Klungkung daratan. Berkaitan dengan itu, Sutama pun dipanggil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Nengah Wijana, Senin (22/6) kemarin.

Oleh Kadisdikpora, Sutama dimintai penjelasan terkait ketidaklulusan siswanya. Terutama masalah persiapan yang dilakukan SMPN 1 Nusa Penida menjelang Ujian Nasional (UN) beberapa waktu lalu. 'Ya, saya menanyakan kenapa hasil UN bisa jeblok (banyak siswa tak lulus),' ujar Wijana.

Ketidaklulusan siswa SMPN 1 Nusa Penida, secara otomatis berimbas pada predikat, kualitas pendidikan SMP di Kabupaten Klungkung. Apalagi, saat pengumuman SMA beberapa waktu lalu, di Klungkung juga terdapat 7 siswa SMA yang tak lulus. Salah satunya malah siswa dari sekolah internasional (SMAN 2 Semarapura). Enam siswa lainnya dari SMA PGRI Nusa Penida.

Hal yang ditanya Kadisdik juga berupa langkah-langkah yang dilakukan SMPN 1 Nusa Penida mempersiapkan siswanya ikut UN.

Selain melakukan pemanggilan kepala sekolah, Kadisdikpora juga akan mengevaluasi SMPN 1 Nusa Penida. Baik kualitas siswa maupun guru dan kepala sekolah. Dia juga akan langsung turun ke Nusa Penida.

Kepala SMPN 1 Nusa Penida, Sutama, mengaku sudah mempersiapkan siswanya dengan sangat matang untuk menghadapi UN beberapa waktu lalu. Di antaranya, melaksanakan pemantapan, les dan berbagai program lain. Hanya, kata dia, kemampuan siswa menyerap materi pemantapan agak lemah. Hal itu yang menyebabkan banyaknya siswa tak lulus.

Sumber [Bali Post]