Showing posts with label Bali News. Show all posts
Showing posts with label Bali News. Show all posts

Isi waktu liburan, Kantor Dep Agama Klungkung laksanakan Pesraman Kilat bagi remaja Klungkung

Dalam mengisi waktu liburan panjang sekolah, Kantor Departemen Agama Kabupaten Klungkung melaksanakan Pasraman Kilat bagi siswa SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kakanwil Depag Provinsi Bali Drs. IGAK Suthayasa, M.Si. bertempat di Pura Dalem Kecamatan Dawan, Klungkung.

Kakandepag Kabupaten Klungkung Dra. Ni Nengah Rustini, M.Ag. selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini lebih menekankan pada pembinaan budi pekerti anak, terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini. Di mana para siswa dihadapkan oleh berbagai dilema yang mengarah pada degradasi moral seperti kenakalan remaja, miras dan narkoba.

Ia mengatakan kegiatan pasraman kilat yang berlangsung selama tiga hari dari 15 s.d. 17 Juni 2009 menyasar di 15 lokasi yaitu 6 lokasi tingkat SD, 5 lokasi tingkat SMP dan 4 lokasi tingkat SMA/SMK yang pembukaannya dipusatkan di Pura Dalem Kecamatan Dawan, Klungkung.

Acara pembukaan diawali dengan persembahyangan bersama. Hadir pada acara pembukaan tersebut yakni Kakanwil Depag Provinsi Bali IGAK Suthayasa didampingi Kasubag Hukmas IK & FKUB I Nyoman Arya, S.Ag., guru-guru agama Hindu, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung dan UPDT Kecamatan Dawan Klungkung dan Banjarankan.

Dalam sambutannya, Kakanwil Depag Provinsi Bali menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini, karena dengan kegiatan pasraman para siswa akan bisa memadukan teori-teori yang didapat di sekolah dengan 2 jam pelajaran pendidikan agama Hindu yang cukup singkat dengan praktik yang didapat di pasraman kilat. Karena di dalam kegiatan pasraman ini mencakup tiga aspek penting yaitu pendalaman tatwa, etika dan praktik upacara.

Selain itu, juga ditambah dengan praktik yoga sehingga dapat bersinergi antara teori dan praktik agama untuk menghasilkan insan agama yang suputra sadhu gunawan.

Sumber [Bali Post]

Arsitek Muda Bali Ikut Berpartisipasi di Pesta kesenian Bali XXXI 2009

Gegap gempita pesta kesenian Bali bertalu di seluruh negeri bahkan hingga ke mancanegara...

Sabtu, 13 Juni 2009 ini PKB alias Pesta Kesenian Bali yang ke 31 resmi dibuka. IAI Bali untuk yang keenam kalinya kembali turut serta dalam memeriahkan Pesta kesenian Bali. Kali ini pameran arsitektur menyajikan hasil karya arsitektur oleh arsitek muda di Bali, khususnya mereka yang berumur dibawah 40 tahun, dan beberapa instansi arsitektur lainnya.

Sayang banget kalo kagak mampir di stand pameran mereka, karena bakal ada pameran & Presentasi foto, sketsa, informasi proyek dari 14 arsitek muda di Bali, Bedah karya arsitektur, Informasi pendidikan arsitektur, dan juga Informasi gagasan dan pembangunan. Hmmm.. cek deh agenda pameran & kegiatan mereka berikut ini:

Pembukaan Pameran akan diadakan pada :
Hari/tgl : Jumat, 19 Juni 2009
Tempat : Koridor Gedung Kria (sebelah Utara sungai), Art Center Denpasar
Waktu : Mulai 18.00 WITA
Pembukaan Pameran oleh :
Ketua Panitia : DR. Ir. I Wayan Runa, MT
Ketua IAI : Ketut Rana Wiarcha, IAI

Bedah Karya :
1. Komang Suardika Jeghier
2. Anneke Prasyanti Picaulima
3. Nova Kristina

Bedah Karya dari peserta lainnya akan diadakan berturut-turut pada tanggal 26 Juni, 3 Juli dan 10 Juli (jadwal pembicara menyusul)

Materi Pameran :
A. ARSITEK DAN KARYA
Presentasi foto, sketsa, informasi proyek dari 14 arsitek :
1. Komang Suardika
2. Anneke Prasyanti
3. Nova Kristina
4. Kadek Pranajaya
5. Komang Sulastini dkk
6. I Wayan Wiryawan
7. Gede Arista
8. Putu Edy Semara
9. Enggie Rucitra Mulyana
10. I Gst A.B Arimbawa
11. I Gst Lanang Wiantara
12. Wayan Sutarman
13. Wara Urwasi
14. Dewa Surya Winata

B. IAI BALI
Arsitektur komersial : Bali Discovery Mall, Carrefour, Mal Bali Galleria, Istana kuta galleria, pasar tradisional

C. PERGURUAN TINGGI
Informasi pendidikan arsitektur
Tugas mahasiswa, kajian arsitektur, informasi pendidikan

D. INSTANSI PEMERINTAH
Informasi gagasan dan pembangunan
Pameran akan berlangsung hingga 11 Juli 2009

Informasi:

Panitia Pameran Arsitektur IAI Bali
Kompyang Widyastuti
08553766000
Widyas_arch@yahoo.com

Jepang Pandan College hadirkan 16 sekolah Jepang dalam seminar Internasional

Pandan College LogoUntuk pertama kalinya seminar internasional pendidikan menghadirkan 16 sekolah Jepang ke Indonesia sebagai narasumber. Pembicaranya sangat profesional di bidangnya yaitu Atase Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dan Pimpinan The Japan Foundation. Lebih menarik lagi, seminar ini gratis bagi siapa pun, tetapi harus mendaftar dulu ke sekolah bahasa Jepang Pandan College.

Memang gratis karena kami ingin sebanyak mungkin mengajak masyarakat Indonesia mengetahui segala sesuatu mengenai pendidikan Jepang. Materi disampaikan dalam bahasa Indonesia,
papar Komisaris Pandan College Richard Susilo, Minggu (14/6) kemarin.

Ia mengatakan, seminar yang dirangkaikan dengan pameran pendidikan Jepang (JEF) itu antara lain untuk menyebarkan informasi pendidikan Jepang dalam bahasa Indonesia. Selama ini kurang banyak kegiatan di Indonesia mengenai sekolah-sekolah Jepang, dibandingkan promosi negara lain.
Pandan College memiliki induk perusahaan di Tokyo yang saya pimpin, dapat menjadi jembatan terbaik bagi informasi dan hubungan serta kerja sama kedua negara. Pengiriman siswa Indonesia dari Pandan College untuk belajar ke Jepang dapat dimonitor langsung di Jepang oleh kami. Akibatnya, siswa Indonesia tak akan homesick karena mendapat bantuan dari kami di Jepang,
, tambahnya.

Pameran dan seminar pendidikan Jepang ini pertama kali diselenggarakan di Indonesia oleh orang Indonesia. JEF mendapat dukungan pemerintah Jepang serta The Japan Foundation. Pengunjung diperkirakan 2.000 orang di Jakarta, 29 Agustus di Nikko Hotel dan di Surabaya, 30 Agustus di Sheraton Hotel. Pendaftaran bisa dilakukan lewat email: info@gakko.us atau lewat situs gakko.us atau ke Pandan College.

Untuk mempersiapkan pameran dan seminar tersebut Pandan College dipimpin Kumala Dewi melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah. Jumat lalu ke SD di kawasan Jl. Bedugul Denpasar yang mendapat perhatian besar dari siswa, orangtua maupun pengajar di sana.

Pandan College juga menyediakan beasiswa bagi para pelajar SD Indonesia dan mengajak kerja sama hotel, toko dan restoran dengan konsep saling menguntungkan.

Informasi:

e. info@gakko.us
w. gakko.us


Sumber [Bali Post]

PBSF 2009: Teman baru atau saingan Pesta Kesenian Bali?

Ada satu berita baru lagi nih dari kancah pariwisata Nasional. Menbudpar Jero Wacik dalam konferensi pers di Jakarta kemarin mengatakan bahwa akan diselenggarakan suatu event promosi dan pagelaran budaya bertajuk PBSF atau Pekan Budaya, Seni dan Film untuk pertama kalinya di Indonesia. Event ini bakal pertama kali digelar di Cirebon dan akan menjadi contoh untuk juga diselenggarkan di daerah lainnya di Indonesia. Mungkinkah bakal menjadi pesaing PKB?

Wah event apa lagi nih?
Menurut beliau, event ini merupakan event kolaborasi antara pawai atau karnival, workshop, diskusi budaya, permainan tradisional anak, pameran produk budaya, pagelaran seni tari, dan berbagai kegiatan berbau budaya lainnya. Nah, katanya juga sih, event ini bertujuan menjadi wadah atau ajang mempromosikan dan mengumpulkan beragam potensi budaya Indonesia yang kaya dalam satu event. Sehingga event ini diharapakan dapat menjadi wadah bagi pengembangan industri kreatif di Indonesia.

Berarti gak ada beda dengan PKB dong?
Mungkin kita-kita yang tinggal di Bali bakal merasa ada suatu kemiripan konsep dengan PKB alias Pesta Kesenian Bali. Yup, theYC juga sempat merasa seperti itu. Karena PKB memang telah lama (sekarang telah memasuki tahun ke 31) menjadi ajang bagi wadah kreatif seni dan budaya Bali. Meski tidak berskala nasional, tapi setidaknya event PKB telah menjadi event nya dunia, karena berbagai Negara juga ikut andil dalam pawai dan event nya, pun telah diketahui berbagai orang selama bertahun-tahun.

Nah, apakah PBSF ini akan menjadi saingannya PKB di kedepannya? Karena menurt Pak Jero Wacik pula, event ini di kedepannya akan diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk kali pertama ini akan diselenggarakan di Alun-alun Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Keprabon – Cirebon, 15-20 Juni 2009. Mungkinkah kedepannya akan ada PBSF juga di Bali? Ataukah PBSF merupakan evolusi PKB dalam skala nasional? Mari kita tunggu saja perkembangannya… yuuk.

Informasi:
w. PBSF Bangkitkan Apresiasi Budaya
w. Official Press Release PBSF 2009

Pengumuman Hasil UN Bali terancam tertunda

Pastinya kamu-kamu yang baru saja habis ujian pada deg degan kan nungguin hasil ujian akhir nasional. Memang rencananya hasil ujian akhir bakal diumumklan secara serempak 13 Juni besok. Namun, hingga kini hasil UN itu sendiri belum sampai ke tangan Dinas Pendidikan Propinsi Bali. Wah, apa mungkin ini berarti pengumuman UN tahun ini ternacam diundur ya? Mungkinkah ini juga disebabkan karena diadakannya ujian ulang untuk beberapa sekolah di daerah lainnya di Indonesia yang ditengarai melakukan kecurangan?

Belum ada kepastian pengumuman
Hingga hari ini belum ada kepastian kapan akan dilaksanakannya pengumuman UN yang sejatinya dilakukan besok. Bahkan hingga kini Kepala Disdikpora Drs. I Ketut Wija, M.M. mengatakan bahwa beliau pun belum menerima hasil ujian UN untuk Bali. Ada kemungkinan keterlambatan ini disebabkan karena adanya proses ujian ulang yang dilakukan pemerintah sehubungan beberapa sekolah di Indonesia yang dicurigai melakukan kecurangan dan prosentase ketidaklulusannya mencapai 100%. Namun, ini juga bukan jawaban pasti! Karena dari pihak Mendiknas maupun BNSP sendiri belum ada informasi apa penyebab keterlambatan ini. So jangan beranda-andai dulu ya…

Diknas Prop Bali jemput hasil UN ke Jakarta
Per Kamis kemarin, Diknas Propinsi Bali akhirnya mengirim slah satu staff nya untuk langsung bertandng ke Jakarta guna menjemput hasil UN. Atau paling tidak jika ternyata memang belum keluar hasilnya semua jadi tahu informasi mengenai kenapa dan kapan akan keluar, sehingga kita gak nggantung seperti ini kan?! Btw, itu ide cemerlang pak, jangan nunggu bola, tapi kudu jemput bola, he he…

Langkah ini juga dilakukan karena Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN akan segera dilaksanakan, yaitu mulai dari Senin 15 Juni hingga Jumat 26 Juni. So, jangan sampai adik-adik kita terlambat mendaftar, atau buruk-buruknya terlambat keterima di perguruan tinggi. Tapi, seandainya pun pengumuman UN bakal telat dari rencana semula, sepertinya semua perguruan tinggi juga bakal melakukan langkah cepat untuk mengubah jadwal SNMPTN mereka. Bagaimana tidak, seandainya hasil ujian UN belum keluar, berarti buanyak buanget yang gak bias daftar ke Perguruan Tinggi dong?! Otomatis PTN dan PTS bakal terancam gak dapet mahasiswa dong?!

Sumber [Tak Ada Kepastian Pengumuman Kelulusan UN SMA/SMK]

Visitor Card System di Perpusda Bali

Jangan kaget kalo ke Perpusda (Perpustakaan Daerah) Bali ketika akan memasuki pintu masuk sudah dihadang oleh petugas perpusda untuk mengisi buku tamu dan menyerahkan kartu identitas.

Yupz, perpustakaan daerah Bali yang terletak di Jl. Teuku Umar Denpasar menerapkan sistem penerimaan tamu yang lebih ‘ketat’ niy. Menurut pemaparan petugas piket di perpusda, bahwa system penerimaan tamu seperti itu sudah diterapkan dibeberapa instansi pemerintah di Denpasar, di perpusda yang baru mulai melaksanakan sistem penerimaan tamu seperti itu. Senin, 8 Juni 2009 kemarin merupakan hari pertama diberlakukannya sistem wajib isi buku tamu dan visitor card bagi setiap pengunjung perpusda. Hal tersebut dilakukan untuk mendata serta mentertibkan administrasi pengunjung. So, kalo kalian mau ke perpusda jangan lupa untuk membawa kartu tanda pengenal asli seperti KTP, SIM, Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa. Meskipun kalian datangnya rombongan (berame-rame) kalian tetap harus mengisi dan menyetorkan kartu identitas asli kepada petugas bersangkutan.

Bagaimana kalo tidak membawa kartu identitas asli? Apa tidak diperkenankan masuk? Mmm… Selama seminggu ini siy petugas perpusda masih bisa mentolerir, sekaligus untuk mensosialisakan sistem penerimaan tamu yang diberlakukan di perpusda tersebut. Dengan diberlakukannya sistem penerimaan tamu seperti ini, apa nantinya bakal menyurutkan pengunjung di perpusda ya? Bisa-bisa malah mempengaruhi minat baca masyarakat. Emang seberapa besar sich minat masyarakat untuk datang ke perpusda? TheYC sempat melirik jumlah pengunjung yang mengisi buku tamu pada hari itu, ternyata jumlahnya lumayan banyak, sekitar 235 orang. Itu belum termasuk pengunjung yang cuek lho, karena beberapa orang yang theYC sempat pantau ada juga yang berlalu begitu saja ketika antrian panjang pengunjung yang hendak mengisi buku tamu. Birokrasi di Indonesia memang suka gak simple yach.

Meski begitu, perpusda memang selalu harus memberikan data akurat mengenai perkembangan jumlah pengunjung, peminjam, pembaca dan lain sebagainya. “Kami harus membuat data terperinci. Data ini nantinya bisa dipergunakan untuk mengajukan penambahan koleksi buku-buku baru dan fasilitas penunjang lain yang diperlukan di perpusda ini”, papar seorang petugas perpusda. Well, paling gak perpusda bisa jadi oase untuk masyarakat yang haus ilmu, butuh referensi bacaan yang bermutu termasuk juga untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Semoga aja perpusda bisa semakin membenahi diri baik fisik maupun nonfisik yang pada akhirnya kita-kita juga yang bakal mendapatkan manfaat dari fasilitas dan pelayanan yang tersedia di perpusda, ya kan...???

Competition n' Creative Workshop Para Jurnalis Remaja Bali - deGenk Magazine

deGenk magazine merupakan majalah yang memberikan informasi- informasi seputar dunia remaja. Bentuknya yang handmade n' isinya yang mengupas anak muda banget membuat deGenk magazine mendapat tempat tersendiri di kalangan remaja Bali. Isu- isu yang dikupas merupakan isu yang tengah hot di kalangan remaja Bali, seperti kegiatan- kegiatan sekolah maupun luar sekolah yang sedang berlangsung, konsultasi remaja, fashion tips dan masih bwanyak lagi. Kamu juga bisa menyumbangkan tulisan, ide-ide kreatif atau apresiasi lainnya ke deGenk magazine

Bulan Juni 2009 ini deGenk magazine udah terbit untuk yang kedua kalinya, so kalo kalian belon kebagian, bisa hubungi team deGenk magazine.

Ngaku Kreatif....??????
Ngaku punya banyak ide....????
Ikutan deGenk Magazine - MADING COMPETITION tingkat SMP & SMA se-Bali 2009
Temanya: "Be Creative"

Syarat & Ketentuan:
- Tiap tim terdiri dari 6 orang
- 1 sekolah maksimal mengirim 3 team
- mading dikerjakan di sekolah selama 1 minggu
- biaya pendaftaran Rp 150.000,-
- pendaftaran termasuk 'Workshop Industri Kreatif dan Pendalaman Mading"
- Pendaftaran dibuka mulai 5 Mei - 15 Juni 2009
- Seluruh peserta mendpatkan sertifikat

Hadiah Total JUTAAN RUPIAH, Piala dan Souvenir

Info & Pendaftaran:
Sekretariat: Jln. Kebo Iwa II Perum. Swamandala No. 5, Denpasar
Telp : +628180 5621 884 | +628980 786 882 | +62361 8078 966
Email : degenkmagazine@yahoo.com | degenk.magazine@gmail.com
Facebook: Degenk Magz
Blog : www.degenkmagazine.wordpress.com

Hati-hati, HIV/AIDS kini mulai menyerang remaja SMP

Kami menulis judul seperti ini bukan berarti HIV/AIDS baru sekarnag ngeluarin taringnya dan menyerang remaja SMP. Malah sedari kita baru kenal virus ganas yang belum ada obatnya ini, bahkan bayi pun sudah bisa tertular. Namun kasus yang baru-baru ini beredar dan untuk pertama kalinya ditemukan di bali adalah seorang siswi SMP berumur 16 tahun yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus HIV/AIDS. Yaiks!

Kasus termuda di Bali (so far)
Berdasarkan info dari BaliPost, kasus ini adalah kasus pertama di Bali, yang juga berarti siswi tersebut adalah kasus meninggalnya penderita HIV/AIDS termuda di Bali. Untuk tahun 2008 kemarin saja umur termuda yang meninggal akibat terjangkit virus ini adalh seorang mahasiswi berumur 19 tahun. Wah ini berarti beberapa hal: 1) mungkin saja pergaulan kita sudah sedemikian bebasnya; 2) pendidikan dan pengawasan kita terhadap remaja semakin berkurang (?); 3) atau mungkin saja masih banyak lagi siswa/i remaja yang mesih belia yang sebenarnya sudah terinveksi HIV/AIDS namun belum terungkap...
Menurut Ida Ayu Miswarihati, kasus ini disebabkan labilnya jiwa remaja sekarang terutama dalam keingintahuan mereka tentang seks.
Banyak dari mereka yang memiliki libido tinggi dan ingin coba-coba pergi ke tempat prostitusi sehingga kemungkinan besar tertular dan akhirnya menularkan pada pacarnya


Hanya membutuhkan 5 tahun saja
Uniknya lagi, menurut penuturan Sagung Anom Suryani, AMK., salah seorang konselor di VCT RS Sanglah, terkuak bahwa siswi ini sudah mencoba-coba hubungan seks semenjak umur 11 tahun! Dan kalau kita belajar sedikit tentang bagaimana HIV/AIDS ini bekerja, mungkin kalian masih ingat kalau virus ini mulai bekerja dan menampakkan gejalanya dalam kurun waktu belasan tahun. Namun dalam kasus ini, semenjak 11 tahun hingga umur 16 tahun (meninggal)... ini berarti jaraknya hanya terpaut 5 tahun saja. Fiuh, friends kita kudu ekstra hati-hati nih dengan virus yang satu ini, terlebih lagi hati-hati dengan pergaulan kita.

Sumber [Kena HIV/AIDS, Seorang Siswa SMP Meninggal], via [BaliPost]

tarif parkir swalayan kota Denpasar bakal naik lo!

Rencana dari PD Parkir Kota Denpasar untuk menaikkan tarif parkir di Kota Denpasar sepertinya bakal segera terwujud nih. Percobaan pertama bakal dilakukan terutama untuk Swalayan atau Supermarket Tiara Dewata Group. Hmmm... ini berarti buat kita-kita siapin kocek lebih setiap mau JJS ke mall.

Kalau dulu kudu bayar 500 perak sekali parkir, maka dalam waktu dekat ini setiap kita parkir di Tiara Dewata (dan juga swalayan lainnya yang bakal menyusul) kudu bayar 1000 perak sekali parkir untuk sepeda motor dan 2000 perak untuk mobil. Belum lagi kudu bayar penitipan helm, dan ini dan itu... wah. Nah guys, rencana ini juga didukung langsung dari pihak swalayan karena banyak sekali terjadi parkir 'ilegal', dalam artian parkir pagi keluarnya sore, atau dateng JJS ke mall sekali trus parkirnya ampe malem. nah mereka merasa parkiran yang seperti ini ni yang rada sedikit merugikan, belum lagi masalah keterbatasan lahan parkir mall-mall di Bali. Apa kamu termasuk salah satu dari pemarkir 'ilegal' itu, he he? So, siap-siap recehan lebih yaa..

OSIS SMA seDenpasar sampaikan ikrar bersama menjaga keajegan budaya Bali

Pada tanggal 20 Mei kemarin OSIS SMa se-Denpasar melakukan perhelatan megah di Art Center dalam rangka memperingati 101 tahu Hari Kebangkitan Nasional. Perhelatan megah yang bertajuk ‘Deklarasi Kebangkitan Budaya’ tersebut adalah yang pertama dan rencananya akan menjadi acara tahunan yang bakal bias dibanggakan oleh remaja-remaja se Kota Denpasar. Kenapa ini bakal menjadi kebanggaan para remaja? Karena perhelatan ini adalah gabungan dari sebuah acara pagelaran kesenian dan budaya serta berisikan pembacaan ikrar demi menjaga ke ajegan budaya Bali yang mereka sebut sebagai ‘deklarasi’, dan terlebih lagi kesemuanya ini dilaksanakan oleh para remaja dari A hingga Z. Nah itulah kenapa acara ini bisa menjadi kebanggaan kita para remaja. Namun, dibalik itu ada suatu misi yang harus diemban melalui deklarasi ini, sebuah janji untuk tetap menjaga keajegan budaya Bali agar tidak mudah terpengaruh akan pengaruh negatif dunia luar. Hmm… kedengaran idealis memang, pun bukan tugas yang mudah.


Dicetuskan oleh Dynamic Duo SMA Negeri 4 Denpasar
Semuanya berawal dari ide dua orang rekan kita di SMA Negeri 4 Denpasar, Surya dan Chandra (hmmm kedengaran seperti Bulan dan Matahari ya ;p). Mereka merasa bahwa sudah saatnya remaja di Bali bersatu menghadapi tantangan dan pengaruh dari dunia luar dan tetap menjaga kelestarian budaya sendiri. Ide tersebut kemudian dibicarakan melalui Forum OSIS seKota Denpasar guna menyatakan maksud dan ikrar tersebut, yang kemudian dituangkan ke dalam sebuah konsep acara pertunjukan sekaligus pernyataan deklarasi bersama tersebut. Namun, tampaknya yang kita lihat bahwa di ajang ini sekaligus juga menjadi acara aktualisasi sekolah. Hal ini karena hanya sekolah yang menyelenggarakan sajalah yang akan menyajikan acara apa saja dari kreativitas remaja remaja nya. Dan untuk kali yang pertama ini SMA Negeri 4 Denpasar beruntung untuk menunjukkan giginya.

Tema dalam 3 bahasa
Selain konsep ide dan acara yang boleh terbilang megah untuk sebuah acara yang dilakukan oleh rekan rekan setingkat SMA, ada lagi yang membuat kita tertarik… adalah temanya. Temanya sendiri bertajuk ‘Kebangkitan Jati Diri Dalam Menghadapi Era Globalisasi’. Hmm, unik... lalu apanya yang menarik? Bahwa pernyataan tema tersebut diungkapkan dalam 3 bahasa, Indonesia, Inggris, dan Sansekerta.

Persiapan hanya 3 hari saja
Percaya nggak, bahwa acara semegah ini hanya dipersiapkan dalam waktu 3 hari saja! Wohoo… Apa iya? Menurut Gung Cik yang YC temui pada sesi wawancara di dalam The Youth Radio Progrom di Paradise FM Kamis (21/5) kemarin berkata bahwa persiapan memang benar selama 3 hari
“Rencana sudah dicetuskan dari sebulan yang lalu, namun pembentukan panitia dan latihan serta pengerjaan untuk persiapan acara hanya berlangsung 3 hari saja.”


Cek video acara deklarasi, so kamu yang gak sempet datang pada saat acara bisa sedikit dapat gambaran seperti apa sih yang terjadi saat puncak acara. Cek di youtube berikut




Acaranya megah, pesertanya wah, yang hadir juga se Kota Denpasar. Salut untuk rekan-rekan kita di SMA Negeri 4 Denpasar dan untuk seluruh remaja di Kota Denpasar. Harapan kita sih, semoga deklarasi ini tidak berhenti sampai disini, dan semoga saja deklarasi ini tidak hanya berhenti menjadi kata-kata manis dan tidak ada tindak lanjutnya. Congratulation guys!

Singa Ambarawa Raja Award III

Tepat pada tanggal 30 Maret 2009 ini, Kota Singaraja yang terletak di Utara pulau Bali merayakan hari jadinya yang ke-405. Salah satu acara untuk memeriahkan anniversary-nya tersebut yaitu dengan diselenggarakannya Lomba Penulisan Puisi se-Bali 2009 yang memperebutkan Singa Ambara Raja Award III (SARA III). Beragam acara yang salah satunya menunjukkan apresiasi terhadap dunia sastra khususnya di Bali dikoordinir oleh Dermaga Seni Buleleng (DSB).

Berikut ini adalah judul Puisi berikut nama-nama para penyair yang menang dalam Lomba Penulisan Puisi se-Bali 2009 Singa Ambarawa Raja Award III, yaitu:
1. “Romansa Pelabuhan Buleleng”, IDK Raka Kusuma (Amlapura)
2. “Singaraja, Kota yang Tak Punya Sesiapa”, Pranita Dewi (Denpasar)
3. “Angin Telah Kembali”, Wayan Sunarta (Denpasar)

Sedangkan lima puisi pemenang nominasi yaitu:
1. ‘Kenangan Singaraja”, Caesilia Nina Yanuariani (Denpasar)
2. “Jalan Ahmad Yani”, Rastiti (Denpasar)
3. “Riwayat Dalem Melanting”, I Made Astika (Singaraja)
4. “Maret yang Hujan”, Ni Ketut Sudiani (Denpasar)
5. “Prolog Cinta Bali Utara”, I Kadek Surya Kencana (Singaraja)

Tiga upacara besar dalam satu paket

Sepertinya Bali bakal sibuk banget bulan Maret ini, secara dalam satu bulan ini kita bakal merayakan 3 hari raya keagamaan dalam satu bulan sekaligus. Ada hari raya Galungan yang bakal jatuh pada tanggal 18 Maret, kemudian diikuti dengan hari raya Nyepi yang bakal jatuh pada tanggal 26 Maret - satu-satunya upacara di dunia dimana semua aktivitas di Bali bakal mati alias no activity at all. Nyepi kemudian diikuti dengan hari raya Kuningan yang bakal dirayakan pada tanggal 28 Maret. Kesemua hari raya tersebut umumnya kesibukannya bakal terasa 1 hari sebelum dan sesudah hari H, bahkan jauh-jauh hari sebelumnya. Oh ya, plus umat Hindu di Bali juga bakal merayakan Tawur Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih dan Ida Betara Turun Kabeh. So, kita-kita yang masih muda juga kudu mulai sibuk juga nih, siap-siap bantu Meme dan Odah bikin banten, penjor, dan sarana upacara lainnya.

Oleh karena itu seluruh rekan-rekan di The Youth Corner ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan (18 Maret), Selamat Hari Raya Nyepi (26 Maret), dan Selamat Hari Raya Kuningan (28 Maret).

PS: Hmm gak heran ya kalau Bali sering disebut BAnyak LIbur...

Silent is Cool

World Silent Day (WSD) merupakan kampanye yang terinspirasi dari tradisi hening/Nyepi selama 24 jam di Bali.

Nyepi dimaksudkan untuk introspeksi diri bagi manusia dan memberi waktu istirahat bagi bumi dari serbuan aktivitas manusia. Pada saat pelaksaan nyepi tersebut orang-orang berpantang untuk bepergian, bekerja dan menyalakan lampu. Bahkan lapangan terbang di Bali tutup selama 24 jam pada hari tersebut. Banyak orang tidak percaya mengenai hal ini namun juga kagum bahwa masyarakat Bali mampu mengurangi aktivitas yang menghasilkan emisi karbon selama 24 jam penuh.
Tradisi ini dtawarkan pada komunitas global sebagai solusi mengurangi emisi gas rumah kaca.


Selama lebih dari 4 miliar tahun, bumi telah memberikan semua anugerag untuk manusia tanpa henti. Apa yang telah kita berikan sebagai balasannya? Sadarkah bahwa balasan yang kita berikan lebih banyak berupa racun dan kerusakan untuk bumi? Saat ini bumi menghadapi kerusakan lingkungan, konlik sosial atas sumber daya yang kian langka dan perubahan iklim. Semuanya, disebbkn terutama oleh aktivitas produksi dan konsumsi manusia yang tidak ramah lingkungan. Manusia harus sadar bahwa bumi perlu waktu untuk memulihkan diri.


Apa yang bisa kita lakukan?

Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan hening untuk mendinginkan bumi. Setiap orang dapat berpartisipasi dlam World Silent Day ini dengan melakukan pengurangan konsumsi energi serta bahan lainnya secara kreatif. Hening selama 24 jam mungkin sulit bagi masyarakat saat ini. Tetapi upaya mengurangi kontribusi emisi tetap bisa dilakukan. Misalnya seminggu sekali bersepeda ke tempat kerja atau mematikan beberapa barang elektronik.

Bagaimana kita bisa berpartisipasi dalam kampanye World Silent Day (WSD)?
Mudah saja... yang perlu kita lakukan hanya sebisa mungkin meminimalisir aktivitas yang membutuhkan banyak energi serta konsumsi sumber daya alam.
World Silent Day (WSD) dilaksanakan serempak diseluruh dunia pad tanggal 21 Maret. Kita berusaha untuk mengurangi konsumsi energi dan sumber daya alam lainnya selama 4 (empat) jam dimulai dari pukul 10 pagi hingga 4 siang hari.
Beberapa hal diantaranya yang bisa kita lakukan untuk kampanye World Silent Day (WSD) tersebut yaitu:
- berbagi pengetahuan tentang pemanasn global dalam keluarga dan komunitas
- memelihara dan menanam pohon
- membaca buku dan berdiskusi
- menggunkan sepeda atau jika menggunakan mobil lain agar bersama-sama
- hemat menggunakan air dan kurangi pemakaian air panas

Mudah bukan...??? So, yuuuk kita mulai melakukan kampanye World Silent Day (WSD) dari diri sendiri dan berusaha mengajak orang-orang disekitar kita untuk turut serta menyelamatkan bumi yang kita cintai ini.

Kalo masih banyak pertanyaan mengenai global warming dan World Silent Day (WSD) ini, bisa langsung menghubungi:
info@worldsilentday.org
bali.climatechange@gmail.com
mysilent@worldsilentday.org
www.worldsilentday.org

Jl. Penggubengan Kauh 94, Kerobokan, Kuta
Phone: 0361735321

Back to School!

Morning guys, it's 14th of July 2008. Dan sekarang waktunya untuk kemabli ke bangku sekolah. entah itu yang dari Sd ke SMP, SMP ke SMA, SMA ke Kuliah. Ada rasa excitement yang sangat besar menanti untuk bertemu teman baru, lingkungan baru, cara belajar baru (bahkan barang-barang baru juga ya... he he). Pastinya juga ada rasa takut... 'Bisa gak ya dapat teman', 'Bisa gak ya ngikutin pelajran', 'Susah gak ya pelajarannya'. Duh, MOS juga sudah menghantui. Disuruh bawa ini itulah, disuru buat yg aneh-aneh lah, disuru jongkok bangun lah, tapi percaya deh semua itu bakal jadi kenangan yg indah. Just go with the flow.

But it's okay, semua pasti bisa. Selamat buat yang sudah keterima di tempat yang diinginkan. Dan buat yg 'terpaksa' masuk ke sekolah yg kurang diinginkan, don't worry, sekolah bukan satu-satunya tempat kamu untuk memperkaya diri. Anyhow... Congratulation yaaa!!!

What makes you a Balinese?


PhotobucketKemarin aku jalan-jalan ke toko buku loakan, dan menemukan satu majalah (yang sebenarnya kurang menarik), tapi ternyata salah satu artikel di dalamnya sangat menyentil orang Bali. Sebagai orang Bali akupun jadi bertanya-tanya, sebenarnya apakah yang disebut sebagai orang Bali? Apa saja kriteria sehingga kita bisa disebut sebagai orang Bali dan tidak lagi menjadi orang Bali? Buat kamu-kamu yang masih muda, coba deh baca artikel di bawah ini, dan mulailah berpikir mengenai ke'ajegan'mu sebagai remaja Bali.Artikel kuketik tanpa mengubah sama sekali. Tulisan asli oleh Putu Wijaya dalam majalah Latitudes tahun 2003, dengan judul asli "Being Balinese".

Apa yang menyebabkan seseorang menjadi orang Bali? Agama? Tanah kelahiran? Tempat tinggal? Adat istiadat? Perilaku? Cara berpikir? Tindakan? Amal? Kepribadian? Pakaian? Ucapan? Niat?
Aku tidak lagi pergi ke pura. Aku sembahyang menurut caraku sendiri di dalam hati. Aku tidak lagi ke banjar, kalau terdengar suara kentongan, aku hanya membayar denda dengan uang, sebab aku harus setiap hari berada di kantor. Aku tidak lahir dan tinggal di Bali, tetapi seluruh kebijakan local Bali seperti desa-kala-patra, karma-pala, rwa bhineda, dan sebagainya, menjiwai hidup dan sepak terjangku.

Apakah aku bukan orang Bali, karena aku tidak memakai kain? Ke mana-mana aku memakai celana jeans dan sepatu kats. Bicara pun aku tidak lagi pakai bahasa Bali, karena bahasa Indonesia membuatku bisa berhadapan setara dengan siapa saja. Hidupku tidak terbelit upacara, karena tugas-tugasku begitu banyak supaya bisa bertahan hidup. Ketika orang-orang datang ke tetangga, aku tidur untuk menyiapkan tenaga.

Aku tidak bisa menari. Tidak bisa menabuh. Tidak bisa melukis atau membuat patung. Masih berhakkah aku disebut orang Bali?

Bagaimana kalau aku menyebut diriku orang Bali, tak peduli apa kata orang, tak peduli apa yang kulakukan? Yang penting, aku merasa diriku orang Bali. Tak cukupkah menjadi orang orang Bali hanya dengan mengatakan bahwa aku ini orang Bali?
Apakah aku berhenti menjadi orang Bali, ketika orang mencapku bukan Bali? Jadi Bali adalah sebuah cap? Kalau sudah berhasil kena cap, lalu akan melekat, apapun yang dilakukan, apapun yang dipikirkan?

Atau Bali sebuah ideologi? Sikap mental? Sikap jiwa?
Ami tak mampu menjawab pertanyaan itu. Ia tertimbun. Lalu sakit. Dalam sakitnya ia mengigau.

Aku bukan orang Bali. Aku tidak mau jadi orang Bali. Aku sudah cacat. Aku sudah terkontaminasi. Aku sudah berkhianat. Aku tak berhak lagi menjadi Bali. Aku sidah asing kepada Bali.

Bila Bali adalah satuan atura, atau bila Bali adalah satuan idiom-idiom hidup yang sudah mati, adat-istiadat yang sudah beku, tata cara yang kaku, aku tidak mau. Aku berhenti menjadi orang Bali.

Keluarga Pak Amat bingung. Mereka buru-buru mencari dukun. Ami disangka sudah kena santet. Tapi dukun mencoba menolong akhirnya kesurupan sendiri dan berteriak-teriak. Ia mengatakan bahwa Bali sedang sakit. Masyarakatnya sedang bingung. Bali sedang menghadapi masa depan yang gelap. Segala sesuatu tentang Bali ternyata sudah berubah dan akan terus berubah. Mencari sesuatu yang Bali saat ini, sesah. Semua nilai sedang goyah. Itu semua kata dukun.

Pak Amat membentak dukun yang dianggapnya sudah main sabun.
Kamu dukun palsu, kata Pak Amat. Kamu bukan mengobati, tapi membuat yang sakit tambah parah.

Tapi Bu Amat menanggapi dengan tenang.
Tak ada yang salah. Kita semua sedang tumbuh. Bali memang benar sedang merumuskan doirinya kembali. Menjadi orang Bali sekarang, juga memerlukan perumusan baru. Tapi tidak berarti kalau menurut rumusan itu kamu bukan orang Bali, kamu tidak Bali, karena rumusan itupu sifatnya temporer.

Ami perlahan-lahan pulih kembali. Bukan karena pertanyaan-pertanyaan sudah terjawab, tetapi karena terbiasa. Toh ia tetap tidak tahu apakah ia orang Bali atau bukan. Juga baginya tetap gelap bagi orang Bali itu seperti apa. Ami hanya merasa, bahwa ia orang Bali, tak peduli betapapun keadaannya berbeda dengan segala persyaratan tentang siapa itu orang Bali.
Aku orang Bali, titik, kata Ami. Aku tidak peduli yang lain-lain. Bali adalah sebuah konsep. Tidak Bali juga sebuah konsep. Dan konsep-konsep itu berubah. Mungkin zamannya berubah, atau karena apresiasi kita yang bergerak. Apapun yang kulakukan, apapun yang kupakai, apapun yang kukatakan, kupercaya sebagai Bali. Dan itu untuk sementara sudah cukup.
Lalu Ami menikah. Pasangannya bukan orang Bali. Disitu Ami kembali bertanya.

Apakah aku bukan orang Bali lagi, karena aku sudah dikawin bukan orang Bali. Apakah kebalian itu bergerak dan berubah karena pernikahan? Atau konsep bali itu diam, teguh di tempatnya, sekali dia ada. Artinya, kemanapun aku pergi, apapun yang kulakukan, sekali aku orang Bali, semuanya akan tetap Bali? Tak peduli suka atau tak suka?
Ami kemudian punya anak. Anaknya tidak lagi tinggal di Bali. Bahkan belum pernah pergi ke Bali. Kalau ditanya siapa dia, jawabnya: Aku orang Indonesia. Samasekali tak ada keinginannya untuk dianggap sebagai orang Bali. Bahkan ia samasekali tidak pernah tertarik kepada Bali. Karena mewarisi bakat dagang dari Ami, lalu ia membuka sebuah bengkel.

Anak itu tumbuh cepat. Dan pada gilirannya iapun menikah. Pilihannya orang asing berdarah Belgia. Karena kesulitan, atau karena memang diniatkan, ia kemudian pindah ke Belgia mengikuti istrinya. Di situ ia membuka warung masakan Indonesia. Nama restorannya: Bali.
Masyarakat disekitar, para langganan, selalu mengatakan cucu Ami itu orang Bali. Bukan orang Indonesia. Dan yang bersangkutan tak peduli. Mau disebut apa juga biarin, katanya, asal makan di restoranku.

Pada suatu kali Ami dan Amat mengunjungi anak itu.
Apakah kamu tidak sadar bahwa kamu ini orang Bali, Tanya Ami.
Anak itu menggeleng. Tidak.
Kalau begitu kamu benar-benar orang Bali.
Anak itu tetap menggeleng, sekarang tidak mengerti.
Kamu bingung, mengapa kamu kami sebut orang Bali?
Ya.
Karena kamu orang Bali.

Anak itu tersenyum. Aku tidak peduli katanya. Tidak ada yang berubah aku disebut orang Bali atau bukan. Tidak ada yang harus dibantah atau disetujui. Ami menggeleng. Kamu keliru. Dengan menyebut kamu sebagai orang Bali atau dengan menyadari diri kamu sebagai orang Bali, kamu akan ikut mengusung Bali ke masa depan.
Anak itu tertawa. Aku tinggal di Belgia, aku tidak peduli.
Ami mengangguk. Dengan mengatakan tidak peduli, kamu juga sudah ikut mengusung Bali ke masa depan.

Judul asli : Being Balinese
Latitudes Magazine. October 2003. Volume 33Photobucket

Nymphea's new hair do

Minggu (25 Mei 2008) kemarin, saat tim kita sedang menghandle salah satu event sepeda motor di Gianyar, ada suatu pemandangan yang beda. Dari beberapa performer yang tampil, Nymphea terlihat beda. Tentunya kalian sudah tau Nymphea dong. Nah, Sari sang vokalis Nymphea tampil dengan hair do yg beda. She turns white bok!

Saat kita tanya what's with the hair, dia cuman tersenyum sambil bilang "Well, I woke up and ended up with my hair like this, ha ha...". He he, whatever you say dah Sari. But anyway, you still rock girl! @theYC

Saatnya Memandang Pecandu sebagai Korban

Friends, kita nemuin satu web yg berisikan para teman-teman mantan pecandu narkoba yg sekarang berkumpul dalam suatu wada bernama IKON Bali - Ikatan Korban Napza Bali. Uniknya dari artikel ini adalah mereka yg pernah terjerumus dalam napza mengatakan bahwa alih-alih menjadi tertuduh dan dihukum, mereka sebenarnya ingin menyatakan bahwa mereka seharusnya dipandang sebagai korban. Sesuatu yg mungkin belum terpikirkan oleh kita...

Pernyataan Sikap Ikatan Korban Napza (IKON) Bali dalam Rangka kegiatan Renungan Perjalanan Korban Napza

Kehidupan seorang yang terjebak dalam belenggu Napza bagaikan pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Manusia yang awalnya mempunyai potensi yang besar untuk bangsa ini terpaksa harus menjalani kehidupan yang tidak mereka inginkan. Banyak sebab yang menjadi alasan kenapa mereka terjerumus menjadi manusia yang kehidupannya diatur oleh barang-barang yang sering dibilang masyarakat “HARAM” yaitu Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif lainnya. Pecandu Napza adalah seseorang yang hidup untuk memakai Napza dan memakai untuk hidup. Jika kita bertanya kepada semua pecandu siapaun diantara mereka tidak menginginkan kehidupan seperti itu. Kecanduan memaksa kami untuk melakukan hal-hal yang melanggar aturan, norma, agama dan hala-hal lain di negara ini.

Dalam acara ini kami ingin menyampaikan bahwa pecandu itu adalah KORBAN!

Kami pecandu mengakui bahwa kami memang bersalah memakai narkoba, tapi coba kita lihat kenapa kami sampai memakai narkoba itu! Miskinnya informasi yang benar terhadap penanggulangan Napza merupaka salah satu contoh penyebab banyak orang menjadi pecandu, banyak kampanye-kampanye penaggulangan narkotika yang malah membentuk opini masyarakat menjadi mendiskriminasi pecandu, cap jelek atau stigma juga masih melekat terhadap kami. Banyak masyarakat yang masih menganggap kami ini hanyalah sampah bagi negara ini, dan juga keadaan yang tidak dapat kami hindari karena keadaan sisitem yang hanya memihak pada orang-orang yang mempunyai kekuasaan sehingga sampai dengan saat ini masih dapat menjalankan bisnis narkobanya dengan aman adalah hal yang perlu kita renungkan. Kita bisa lihat bahwa banyak Bandar besar yang mungkin lagi apes tertangkap dapat lolos dari jeratan hukum yang berat tetapi bagi pecandu yang masih dalam kelas pemakai hukumannya justru bisa lebih berat.

Belum lagi penyakit-penyakit yang mereka dapat dari cara pemakaian narkoba seperti HIV dan AIDS, Hepatitis, dan penyakit berbahaya yang bisa menular di masyarakat umum melalui kontak darah dan hubungan seks, BUKAN kontak sosial biasa.

Keadaan sekarang ini juga tidak hanya berdampak kepada pecandu itu sendiri kita bisa lihat berapa banyak orang tua, istri, anak-anak, dan orang yang hidup di sekitar pecandu meneteskan air mata, peluh, dan memendam rasa sakit akibat hal-hal tersebut diatas. Mereka juga korban tidak langsung dari kehidupan seorang pecandu.

Kami yang hadir saat ini beruntung masih bisa hidup dan lepas dari jeratan NAPZA tapi diluar sana masih banyak lagi yang manusia-manusia yang harus ditolong bukan disingkirkan dan diperlakukan tidak manusiawi.

Karena itu pada kesempatan ini kami yang tergabung dalam Ikatan Korban Napza ini menyatakan :

  • Kebijakan atau peratuan perundangan Negara Republik Indonesia ini harus dirubah dan harus memandang pecadu narkotika adalah korban yang selayakanya mendapakan pertolongan bukan HUKUMAN

  • Menyerukan agar semua instansi penegak hukum memberikan vonis rehabilitasi bagi pecandu narkoba sebagaimana diatur dalam UU No.22 th 1997 tentang Narkotika.

  • Melibatkan kami dalam perencanaan-perencanaan penangulangan masalah NAPZA di negara ini

  • Diskriminasi, Stigma dan kekerasan bukanlah jalan keluar

  • Menyerukan bahwa pecandu Napza juga manusia yang mempunyai Hak Asasi Manusia yang harus dihormati.

  • Mengajak semua lapisan masyarakat untuk peduli dan ikut membantu dengan memberikan kontribusi yang bisa diberikan karena mungkin korban berikutnya adalah mereka atau orang yang mereka cintai.

Demikianlah pernyataan yang kami buat agar diperhatikan dan dapat diwujudkan sehingga tidak ada lagi korban-korban dari peredaran gelap NAPZA di negeri tercinta ini.

Denpasar, 30 Maret 2006

Tulisan asli oleh : Tukang Propaganda dari web www.ikonbali.org

Andaikata Bali lumpuh karena bensin...

Kata PERTAMINA pusat distribusi bensin akan kembali normal pada hari Minggu kemarin. Well, memang sih akhirnya antrean sudah mulai kembali normal (tapi nggak juga sih...). Tapi ini cuman sekedar pemikiran yg aku pikirkan sejak ikutan ngantre bensin beberapa hari kemarin.

Kebayang dalam pikiranku pasti banyak anak-anak SMU yg bolos dengan gampangnya dengan alasan ngantre gk dapet bensin, trus pasti adaa aja guru-guru dan dosen yg gak ngajar dengan alasan gak dapet bensin, bahkan adaa aja karyawan yg ngantre bensin sampai berjam-jam sampai gak jadi kerja. Orang-orang sampai panik and bawa semua kendaraan yg mereka punya di rumah untuk diantrekan bensin. Kalau perlu bawa jerigen ber jerigen jerigen. Nah, kebayang gak kalau satu aja keluarga di Bali punya 2 (dua) sepeda motor dan 1 (satu) mobil. betapa paniknya mereka kalau semua anggota keluarga gak dapet bensin?

Apa yg salah dari ini? Gk koq, gk ada yg salah! Memang sih kita sebagai rakyat bakal cenderung menyalahkan pihak Pemerintah atau PERTAMINA, tapi aku sekarang lagi nyoba berpikir dari sudut yg laen. Tarnyata dengan kejadian seperti ini aku baru nyadar betapa kita sebagai manusia (dan juga di Bali) sudah sangat tergantung banget sama yg namanya kendaraan. Kalau gak ada bensin, kendaraan gak bakalan bisa jalan. Dan kalau kendaraan gak bisa jalan semua lini kehidupan di Bali bakal lumpuh. Kayaknya kita hampir aja lumpuh kemarin. Apalagi di Bali emang gak ada kendaraan umum. Semua bakal punya alasan untuk gak kemana mana dan gak ngelakuin apa-apa...

Hmm... coba aja kalau kita bisa membanggakan 'sepeda gayung' kita. Maksudku, kalau kita gak malu untuk memakai seped gayung untuk kemana-mana, dan kalau saja pemerintah kita bikin fasilitas yg cukup untuk para sepeda gayungers. Selain sehat, polusi bakal berkurang banget. beginilah kalau negara berkembang pasti bakal selalu menjadi konsumen untuk produk-produk negara maju. Sedankan mereka si negara maju malah berbalik untuk back to nature. Mungkinkah kedepannya saking ketergantungannya kita sama kendaraan pribadi, maka kita akn lumpuh kalau tanpa bensin dan tanpa kendaraan pribadi...???

Opini oleh : Eka D.

Future plan KISARA : Klinik Remaja (Youth Clinic)

Kemarin (Minggu, 07/04/2008) KISARA ngadain acara temu bareng dengan beberapa komunitas remaja buat ngebahas tentang future plan mereka untuk buat Klinik Remaja pertama di Bali (iYouth Clinic). Gathering yg berlangsung selama 2 jam dari pukul 14.00 sampai 16.00 WITA itu diikuti oleh beberapa remaja anggota KISARA dan juga dari perwakilan remaja dari komunitas lainnya (termasuk The Youth Corner juga dong!).

Intinya, mereka mengharapkan dari pertemuan itu mendapatkan masukan dan pendapat mengenai Klinik Remaja yg akan segera dibangun, dan terutama lagi Pelayanan apa saja yg harus terdapat di klinik tersebut. Agar tepat sasaran, maka dilangsungkanlah pembahasan dan brain storming bareng untuk nentuin pelayanan apa saja yg tepat sasaran untuk remaja di Bali, fasilitas apa saja yg harus terdapat nantinya, serta beberapa elemen tambahan yg harus ada nantinya.

Usaha yg dilakukan KISARA tersebut kami rasa udah tepat. Karena ibarat menelurkan produk baru, tentunya terlebih dulu harus dilakukan riset pasar agar tepat guna dan tepat sasaran. Namun akan lebih baik lagi jika kuisioner tersebut nantinya juga disebarkan ke Sekolah-sekolah SMU dan Universitas agar ekspektasi lebih mendekati realitas dibandingkan hanya sekadar idealis imajiner.

Simpulan sementara dari kumpul-kumpul kemarin siang adalah :
1. Nantinya Youth Clinic ini akan berfungsi sebagai all-in-one solution place bagi para remaja di Bali (khususnya denpasar dan sekitarnya) yang sedang mengalami permasalahan dan ingin mencari tahu solusi dan cara penanganannya.

2. Youth Clinic nantinya bakal nyediain Konseling khusus remaja seputar permasalahan remaja, Psikis/mental, hubungan antar remaja, dan kesehatan reproduksi seks remaja.

3. Menjadi pusat informasi dan edukasi seputar pelayanan kesehatan dan edukasi kesehatan menyeluruh remaja (Medis & Psikis)

4. Bakal nyediain pelayana medis buat ngobatin permasalah kesehatan kamu-kamu, dari yg penyakit kecil-kecil, penyakit menular seksual, hingga ke masalah HIV/AIDS

5. Bakal ada fasilitas pendukung seperti ruang konseling yg privacy, ruang pelayanan medis, kantin/cafe buat nongkrong-nongkrong (nah ini nih perlu banget, he he), ruang tunggu dengan TV dan radio (duh maunya!), serta perpustakaan dengan fasilitas internet (umm yummy).

6. Bakal kerjasama dengan berbagai komunitas remaja serta bekerja sama dengan sekolah-sekolah, agar pendekatan ke remaja-remaja lebih menyeluruh dan lebih kena sasaran lagi

Nah sekaarang giliran kamu-kamu! Andaikata di Bali nantinya bakal ada satu tempat dimana kamu para remaja bisa konsultasi segala masalah kamu (terutama masalah psikis dan kesehatan), yg seperti apa sih yg kamu mau? Pelayanan apa aja yg harus ada? Dan fasilitas apa aja yg harus ada? Respon ke kita-kita sesegera mungkin yah... bisa di blog ini atau email ke theyouthcorner at gmail.com

Salam.

Tahun Baru 2008: potret kelabu di Kuta

Meski tidak semeriah di kota besar seperti Jakarta, namun Kuta tetap tidak kalah ramai dan menjadi incaran berbagai kalangan dari seluruh negeri (termasuk masyarakat Bali sendiri). namun tampaknya malam pergantian tahun 2007 ke 2008 kemarin menjadi potret kelabu bagi Kuta.

Tampaknya Kuta kali ini telah tercoreng mukanya (sekali lagi) di hadapan turis internasional dan bahkan di muka masyarakat Bali sendiri. Betapa tidak,, banjir yang sedari dulu amat sangat jarang dirasakan ternyata sekarang melanda wilayah pariwisata yang paling terkenal di seantero jagat ini. Di Legian, banjir bahkan telah mencapai lutut orang dewasa. Kontan saja banyak yang terheran dan berpikir, "Bagaimana bisa Kuta koq bisa banjir?". TheYC sendiri beberapa kali mendapat SMS dan telpon dari kerabat dan teman di daerah lain di Indonesia yang menanyakan tentang kebenaran banjir di Bali. Well, theYC cuman menjawab singkat untuk menepis kehawatiran itu, "Tenang saja, cuman genangan kecil di beberapa tempat koq!".

theYC gak bawa Kamera

Hmmphh... sangat disayangkan theYC belum memiliki kamera untuk mengabadikan semua peristiwa di Kuta pada saat malam pergantian tahun kemarin (umm... ada yang mau menyumbangkan sebuah kamera digital?). Padahal theYC menyaksikan semua kejadian
banjir dari awal sampai akhir. Jadi, kalian cukup berpuas diri saja yah dengan tulisan ini.

Disambut hujan deras...

Beberapa menit menjelang pergantian tahun, ternyata pantai Kuta disambut secara tiba-tiba dengan angin kencang yang kemudian beberapa menit kemudian langsung diguyur dengan hujan deras. Sepanjang pantai Kuta yang tadinya penush sesak dengan orang-orang menanti pergantin tahun, seketika itu juga bubar akibat hujan. Lucunya, cukup bnyak orang tua dan remaja yang panik dan mengira angin kencang dan ombak yang meninggi tersebut dikiranya adalah Tsunami. Bahkan tidak sedikit yang berterik-teriak dan langsung berlari menuju pinggiran jalan di sekitar kawasan hotel. Kerumunan langsung membubarkan diri padahal hitung mundur pergantian tahun belum juga dimulai.

Dan kemudian datanglah banjir...

Meski theYC tahu yang datang adalah badai dan bukan tsunami, tapi spontan saja theYC juga ikutan takut dan segera mengikuti kerumunan untuk meninggalkan pantai Kuta, he he... Tidak ada 15 menit sesegera setelah hujan mengguyur, tampak selokan mulai penuh dengan air di sepanjang gang Poppies. Orang-orang berdesakan berteduh di pinggiran emperan toko, tapi theYC tetep bodo aja jalan meski berbasah ria. Dan tebak,... setelah keluar dari gang Poppies ternyata eh ternyata, sepanjang jalan Legian sudah digenangi banjir setinggi setengah lutut orang dewasa! Yaa ampun... padahal di gang poppies banjir hanya semata kaki saja! Hujan masih deras mengguyur dan terlihat wajah meringis dari para turis yang menyaksikan banjir tersebut. Wah, apa kata dunia kalau begini?

Gembel di sepanjang jalan...

Eits, banjir ternyata bukan satu-satunya pemandangan buruk saat itu. Saat theYC berjalan di gang Poppies dan di legian, eh ternyata banyak juga peminta-minta alias gembel yang tiduran di emperan toko dan masih juga meminta-minta meski banjir menghadang. Hmmm, kesempatan dalam kesempitan. Jumlahnya bahkan tidak sedikit dan cukup mudah terlihat oleh para turis. Sepertinya para gembel bisa mencium dimana letak uang berada. Satu lagi nilai O bagi Kuta.

Ya ampun sampahnya...

Benar! theYC tidak berlebihan mengatakan ini. Banjir ternyata ikut serta membawa sampah-sampah yang terlihat dan yang 'tidak terllihat'. Sampah bertebaran dan terhanyut kemana-mana. Sebut saja ranting, daun, plastik, sisa makanan... yeikh. Saat theYC berjalan di sepanjang trotoar, banyak dari sampah tersebut yang tersangkut di kak. Bahkan ada beberapa dari pejalan kaki yang terseok ke dalam trotoar, tepat di atas selokan yang seharusnya tertutup paving. Pada saat seperti inilah baru disaadari betapa pentingnya saluran pembuangan air / drainage bagi kawasan pariwisata atau dimanapun. tapi, bukankah seharusnya dalam pembangunan saluran pembuangan di Kuta tersebut (yang telah memakan biaya sangat besar) sudah seharusnya dipikirkan mengenai kemungkinan adanya banjir? Atau malah memang tidak pernah diperhitungkan apabila terjadi banjir?

Pertikaian dan keributan...

Seperti yang telah diprediksikan, pertikaian tidak akan bisa distop dimanapun saat pesta tahun baru. begitu pula di Kuta. Salah seorang teman theYC mengabarkan bahwa telah terjadi kerusuhan di salah satu club di daerah Kuta. Kalau yang ini sih theYC tidak bisa banyak berkomentar. Memang tidak bisa distop sama sekali, tapi paling tidak bisa diminimalisir kan? Bahkan kabarnya ada dari segerombolan orang tersebut ada yang membawa senjata tajam! Waduh, senjata tajam di tengah kerumunan orang dan turis? Sepertinya sudah mulai tidak aman yah. Polisi kudu bertindak tuh... Bahkan di daerah Legian saja banjir menjadi tontonan dan atraksi kenakalan orang disana. Cape deh...

Well well, bukan berita buruk yang theYC maksud untuk sampaikan disini. Hanya saja setelah dari kejadian tersebut theYC tak urung lupa untuk tetap mengingatkan, bahwa sekecil apapun hal buruk yang terjadi di Kuta - di Bali, akan menjadi berita besar di seluruh dunia. Dunia akan dengan sekejap mata langsung mengetahui kejadian banjir di Kuta. Dengan kecanggihan teknologi sangat mungkin semua orang di dunia bisa segera tahu! Tentunya kejadian ini bisa mempengaruhi citra pariwista Bali (apalagi ini masih di awal tahun). Sampah, saluran pembuangan, pertikaian, senjata tajam, narkoba, gembel, semua itu adalah tanggung jawab kita bersama - masyarakat Bali. Jika bukan kita yang perduli, lalu siapa lagi? Dan pemerintah.. hey dimanapun kalian berada, ada baiknya mulai mendengarkan dan melihat apa yang terjadi di lapangan. Sudah saatnya membenahi hal-hal kecil untuk promosi pariwisata Bali. Bukankah di tahun 2008 ini adalah kampanye tahun "Visit Indonesia 2008"...? @theYC